s e b e l a s

4144 Kata

"Masuk aja. Windy ada di kamar."   Airin mengangguk kikuk. Benar kata Selva, Ferdian— kakak kedua dari Windiana itu benar-benar tampan. Duh, Airin sendiri sampai salah tingkah begini dibuatnya.   "Assalamu alaikum," kata Airin memberi salam ketika menginjakkan kaki ke dalam kediaman almarhum Bapak Soehendra. Untuk pertama kalinya Airin dapat berkunjung ke rumah Windy.   "Wa alaikumsalam," sahut Ferdi sembari mempersilakan teman adiknya itu masuk. "Tadi namanya siapa?"   Cewek cantik bertubuh lebih mungil dibandingkan adiknya itu agak pangling saat mendengar suara bass Ferdi. "Airin, Mas. Airin."   Ferdi mengangkat kedua alisnya. Sebuah senyum merekah di wajahnya yang ganteng. Ya, Ferdi memang rupawan. Tak ayal jika sejak dulu teman-teman Windy betah seharian bermain ke rumah agar

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN