Sayang boleh, tapi jangan terlalu berlebihan . . . Zara masih terdiam saat Gaffa mengatakan kata-kata yang menusuk hatinya. Hatinya sepertinya diiris-iris dengan pisau, dan sakitnya hingga mengeluarkan air mata. Lalu, lamunannya buyar karena Arsen memanggilnya. "Zara, kejar. Jangan diem aja." Suruh Arsen yang masih meringis kesakitan. Zara menoleh dan menghampiri Arsen yang sedang memegangi ujung bibirnya. "Gue nggak mungkin ninggalin lo, Sen." "Zar, gue nggak penting. Lo bisa kejar cowok lo sekarang. Gue nggak mau hubungan kalian jadi retak karena gue. Gue bisa berdiri sendiri," "Tapi-" "Zar. Jangan pikirin gue. Cowok lo yang utama." Zara diam sejenak. "Nggak. Gue mau disini aja sama lo. Dia-" Ucapan Zara terhenti, saat menyadari, ada buliran air bening jatuh dari kedua matany

