Embun menghela nafasnya. Merasa sepi karena Badai hari ini sudah kembali bertugas. Selama hampir satu bulan bersama dengan Badai terus membuatnya sedikit hampa malam begini Badai belum pulang. Entah kenapa malam ini dia sangat lapar. Setelah menutup tempat prakteknya akhirnya dia melangkah ke dapur untuk membuat sesuatu. Apalagi Badai sebentar lagi pasti pulang. Dia menyiapkan semua sayuran yang akan di masaknya. Dan Embun memakai afron warna biru navy yang tergeletak di meja dapur. Saat itulah dia mendengar langkah kaki seseorang. Kenapa Badai sudah pulang? Bukankah pria itu mengatakan shiftnya sampai jam 10 malam? Embun menatap jam yang menempel di dinding di atas pintu dapur. Baru pukul 9 lebih sedikit. Iwan dan Wanda juga sedang tidak ada di rumah. Mereka berdua ber

