Selamat membaca~ - Semilir angin siang yang sejuk menemani perjalanan Allana menuju Kampus Fakultasnya. Senyumnya tampak cerah, tidak seperti beberapa hari yang lalu. Masalah sudah berlalu, ia harus bisa menjalani hidupnya kembali. "Ana," Allana menghentikan langkahnya saat ada yang memanggilnya dengan jelas. Ia berbalik dan menemukan lelaki kurus bertubuh tinggi dan berkulit putih sedang berlari kearahnya. Allana menaikkan sebelah alisnya, ia tidak pernah melihat sosok lelaki dihadapannya ini. Lelaki itu tampak menunduk, kedua tangannya bertumpu pada lututnya untuk mengatur napas setelah berlari mengejar Allana. "Kamu cantik," Allana semakin bingung setelah mendengar perkataan random keluar dari mulut lelaki yang tidak dikenalnya ini. Allana tampak mengedarkan pandangannya, siapa t

