Selamat membaca~ - ALLANA POV Aku membanting pintu apartemen dengan keras saat Athalla terus mengikuti dari belakang. Moodku benar-benar hancur hari ini. Aku menyandarkan punggungku dibalik pintu. Kaki ku lemas menahan semua beban yang ku pikul sendiri. Air mataku sudah luruh tanpa bisa lagi ku tahan. "Na tolong dengerin aku. Aku jujur Na, ngga bohong sama sekali." Suara itu adalah suara yang ku nanti selama lima bulan terakhir, tapi suara itu juga yang sangat ku benci sejak dua tahun terakhir. Aku menggigit tanganku kuat, menahan isakan yang hendak keluar begitu saja. "Na, aku mohon." Lirih Athalla. Tangis ku semakin pecah mendengar suaranya yang lirih. Dimana Athalla dua tahun yang lalu pergi? Yang selalu tegas, kuat, tajam, dan cuek. "Na," panggilnya lagi. "Pergi. Kalo ngga gue

