Tante Wanda menoleh ke gadis yang berdiri di belakangnya, tertunduk malu. Perempuan paruh baya itu tersenyum seraya berkata, "Oh dia! Itulah kenapa aku datang ke sini,” ujarnya santai. “Kak Sasi, apa bisa kita ngobrol di dalam? Supaya lebih enak ngobrolnya!" pinta Tante Wanda sambil menyeringai lebar. Sasikirana pun mengangguk. "Baiklah, kalau begitu ayo kita masuk ke dalam!" "Nanti aku nyusul, Bu!" sela Bram saat sang ibu memberikan kode padanya untuk bergabung bersama mereka, karena kalau boleh jujur, sebenarnya Sasikirana kurang begitu nyaman dengan kedatangan adik iparnya ini, “aku mandi dulu! Mungkin Ibu sama Tante Wanda sarapan dulu aja. Aku nanti nyusul sama Clarinta!” Sasikirana pun mengangguk dan mengajak tamunya masuk ke dalam rumah. Namun, baru beberapa langkah, tiba-tiba

