Bram segera menghampiri Clarinta, dicarinya sebuah jawaban yang pasti dari kedua bola mata gadis itu. Mereka terdiam cukup lama dengan pikiran masing-masing, sementara gadis itu merasa jantungnya kembali berdegup sangat kencang, satu hal yang tidak pernah dirasakan saat bersama Alva. "Kenapa kamu kembali, Kay?" tanya Bram masih dengan tatapan tajamnya yang menusuk ke jantung, ibarat sebilah pisau yang terhunus tepat ke jantungnya. "Kamu nggak suka aku kembali? Baiklah ...." Gadis itu segera menghindar dari sang suami. Namun, secepat kilat Bram menyambar tangan dan mencengkramnya erat. Kali ini cengkraman laki-laki ini tidak begitu kuat, tidak seperti dulu saat pertama kali mereka bertemu. "Itu bukan sebuah jawaban!" sahut Bram tegas. Perlahan didekatinya Clarinta dan berdiri persis

