Senyum Dani berkembang sempurna saat melihat siapa yang menjemputnya di bandara siang ini. Dia mengira pasti orang suruhan atau minimal tantenya yang akan menjemput di bandara. Ternyata papanya sendiri yang datang langsung menyambut kedatangan Dani. "Hay, Dan! Apa kabar?" tanya Luthfi setelah memeluk hangat putra semata wayangnya. "Seperti biasanya. Papa sendiri gimana? Makin seger aja nih, kayaknya? Jinan apa Martha, nih, yang punya prestasi bikin Papa selalu tampil bugar kayak gini?" "Bisa aja kamu. Pacar kamu nggak ikut?" "Nanti Papa naksir lagi..., sama pacarku," canda Dani terkekeh kemudian. "Mulai berani kamu sama Papa sekarang ya!" ucap Luthfi dengan wajah dibuat serius. "Becanda, Pa. Oya, Jinan nggak ikut?" "Lagi ada kuliah katanya." Dani benar-benar sudah menerima

