*POV JINAN* Pagi-pagi sekali, Luthfi sudah ada di apartemen. Kami berdua akan terbang ke Surabaya melalui penerbangan pertama hari ini. Luthfi menatap khawatir padaku saat menemukanku berdiri di depan cermin wastafel kamar mandi tanpa melakukan apa pun. “Kamu sedang apa, Dara? Kenapa belum siap-siap? Tiga jam lagi jadwal penerbangan kita,” ucap Luthfi. “Aku takut,” jawabku. “Takut kenapa?” Aku mengedikkan bahu lalu keluar dari kamar mandi dan melewati Luthfi begitu saja yang sedang berdiri di ambang pintu kamar mandi. Meraih tas selempang yang berada di atas ranjang lalu keluar kamar. Luthfi menyusulku. “Kita berangkat sekarang?” tanyaku. “Mana bawaan kamu?” Aku menggeleng kemudian melangkah menuju pintu apartemen. Pikiranku dipenuhi rasa penasaran soal hal yang tidak ingin

