“Aku akan membunuhmu.” Bisikan dengan nada datar yang membuat siapapun yang mendengarnya merinding itu membuat Fathan merasa dirinya berada di situasi yang tidak menguntungkan. Dia merasa bahwa ksatria yang sangat disegani di masa lalu itu memang sudah lama mengincar dirinya untuk dibunuh, apalagi dengan tatapan datar yang terlihat tidak tertarik itu. Terlalu mengerikan sampai Fathan tidak sudi membuka matanya terlalu lama. “Aku akan membunuhmu karena kau sudah berani menyentuh milikku. Aku akan membunuhmu karena kau melukai milikku. Aku akan membunuhmu karena kau adalah orang yang membunuh keluargaku di masa lalu.” Langit terus berbicara. “Aku akan membuatmu menyesal karena sudah berurusan denganku. Aku akan membuatmu menyesal karena sudah memilihku sebagai lawan.” Tidak banyak orang

