Entah berapa kali Langit Arifan menyebut nama Binar malam itu. Dia terus mengulang perkataan Binar tentang reinkarnasi, memanggil Binar dengan sebutan Tuan Putri dan terus mengejar jawaban istrinya itu tentang kebenaran dibalik kembalinya Binar pada kehidupan pertamanya. “Aku juga tidak tahu kenapa aku kembali ke sini!” Binar sudah sangat kesal. Dia tidak tahu bahwa laki-laki yang dicintainya bisa begitu gigih mengejar jawaban. “Kau dengar aku? Aku tidak tahu kenapa aku dilemparkan kembali ke kehidupan pertamaku ketika aku sudah bahagia denganmu di kehidupan kelimaku. Hah sial, coba kau bantu aku memikirkan bagaimana aku bisa kembali sekarang!” “Sial?” Langit tampak terkejut ketika mendengar kata itu keluar dari mulut Binar. “Apa Tuan Putri memang selalu sekasar ini?” “Cih …” Binar mena

