Guruh menggelegar di kejauhan. Rana masih membelakangi sumber suara yang baru saja membuatnya seakan membatu. Suara deham menyentak keterpakuan Rana. Dia menoleh. Mendapati pria yang di sangsikannya berdiri tegak terguyur hujan. Ini seperti adegan sinetron...Rana melupakan judulnya... Rana meraih payung merah dengan tangan kirinya lalu memegang dengan kedua tangannya. Membuka payung itu pelan. Kakinya melangkah menuruni undakan. Menyusur lantai batu menuju pria yang membuatnya seperti sekarang. "Apa kabar?" Rana termangu. Memayungi Declan Leandro yang terlihat sudah kuyup. Rana menunduk. Lalu mendongak lagi meyakinkan hatinya. Angin kencang berhembus membuat payung terasa semakin berat. Rana mengerjap saat tangan besar Declan membantunya menggenggam pegangan payung. Rasa tersengat ses

