Aku sudah membuat orang yang aku cintai pergi. Dan lebih parahnya adalah akulah yang menjadi alasan dia pergi. Lantas, apakah aku pantas untuk bahagia? Bahkan kata bahagia akan sulit aku temui kini. *** Tentunya tidak akan aneh ketika mendapati seorang pria menatap makam yang menjadi istrinya. Namun, siapa sangka jika yang berada di dalam tubuh itu adalah seorang gadis tujuh belas tahun. Hani menghiasai makam Andin dengan sangat cantik. Bunga yang indah dan harus itu ia tebarkan sepanjang pusaran makam ibunya. Tak lupa juga dia memanjatkan doa di sana. “Ibu, ini Hani. Pasti Ibu berpikir jika ini Ayah,” tutur gadis itu dengan suara tawa kecil miliknya. Padahal dia mencoba terlihat kuat di depan ibu yang melahirkannya dan berjuang selama sembilan bulan itu. “Ceritanya panjang, Bu. Hani

