“Biar aku bantu,” kata Dean yang langsung mengambil alih buku-buku yang dibawa oleh Hani. Belum sempat gadis itu menolak, Dean sudah langsung memindahkan buku tersebut ke tangannya. Hani pun mengembuskan napas lelahnya, percuma saja dirinya mencoba menjaga jarak kepada pemuda ini, Dean akan terus mencoba mendekati dirinya. Lagi pula Hani menganggap Dean tak lebih dari sekadar teman. Bruk Dean beserta buku-buku yang ia bawa jatuh ke lantai, hal itu tak luput dari penglihatan seluruh anak kelas. Hani pun menganga terkejut atas perbuatan yang Jonathan lakukan secara tiba-tiba. Dengan amarah yang ia tahan, Dean berdiri dan menghadap Jonathan dengan tatapan sengitnya. “Apa maksudmu?” desak Dean. “Lo ngehalangin jalan gue,” jawab Jonathan dengan senyum miringnya. “Apa kamu cukup buta unt

