Apakah dia akan benar-benar pergi? *** “Jo? Kamu di sini?” seru Hani yang baru saja memasuki area ruang makan dan menemukan pemuda itu duduk di salah kursi di sana. “Dia datang sejak lima belas menit lalu, Nak. Katanya kalian akan berangkat bersama,” jelas Arya yang mengundang kernyitan pasalnya mereka tidak sedang janjian berangkat bersama. Tumben sekali Jonathan tak melakukan pemberitahuan kepadanya. Hani berjalan mendekati pemuda itu dan mengambil duduk di sebelahnya. “Oh iya, untung ada Jonathan jadi Ayah dan Mama bisa segera berangkat. Soalnya Mamamu ada meeting pagi–pagi sekali. Terima kasih ya Jonathan sudah datang di saat yang tepat.” “Ayah ...,” protes Hani merasa tak enak hati dengan pemuda ini. “Hani, kamu ambilkan Jonathan sayurnya. Itu dia ambil sedikit tadi,” perinta

