"Ini jagung bakarnya, Kak. Satu pake saus, satunya lagi original...." ucap si penjual jagung bakar yang suka Gerrald lihat mangkal di pertigaan jalan yang menuju ke komplek perumahan tempat Diary tinggal. "Makasih, Dek," balas Gerrald sembari menerima dua jagung yang disodorkan si penjual--yang Gerrald tebak usianya pasti masih berada di bawahnya jika melihat dari kepolosan dan bahasa yang dimilikinya--oleh satu tangannya. Setelah memberikan selembar uang dua puluh ribu pada si penjual, cowok itu pun segera melenggang kembali menghampiri gadis yang rela keluar malam bersamanya hanya demi menikmati jagung bakar di bawah gelapnya langit malam. "Jagung bakar datang!" seru Gerrald sesampainya di dekat sang gadis. Diary yang awalnya sedang terlihat memusatkan perhatiannya ke atas langit

