Jika boleh memilih, Diary hanya ingin duduk tenang dan nyaman seperti biasanya. Dengan siapa pun ia satu bangku, itu tidak akan masalah seandainya teman satu bangkunya bisa diajak berkompromi. Tapi lain hal yang terjadi dengan Gerrald, semenjak bel masuk dibunyikan dan Dea pindah ke tempat duduknya semula, Diary pun mulai dirisikan dengan sejumlah tingkah laku Gerrald yang sedikit membuatnya kewalahan. Bagaimana tidak? Mendadak, cowok itu bertransformasi menjadi sosok yang bawel dan tidak bisa diam. Menyebabkan Diary mendadak migren karena melihat cowok di sebelahnya terlalu aktif dan banyak bertanya. Mungkin seandainya pertanyaan yang banyak itu ia ajukan langsung pada guru di depan sana, Diary tidak akan mempermasalahkannya. Tapi yang Gerrald lakukan justru sebaliknya. Alih-alih banyak

