46

1002 Kata

Satu minggu berlalu, kini waktunya Rahma dan Ariyani kembali pulang ke Bandung. Selama menemani Rahayu di rumah sakit dan di rumah, Rahma teramat bahagia karena dapat mengurus cucu-cucunya. Memandikan, membawanya berjemur hingga mengganti popok setiap malam. "Terima kasih sudah memberikan kesempatan berharga ini untuk Ibu," ucap Rahma. Matanya mengembun. Jika boleh memilih dia ingin terus berada di samping Rahayu dan si kembar Azzam dan Azzura. "Ibu, jangan bicara seperti itu. Pintu rumah ini selalu terbuka untuk kalian. Jika ibu kangen mereka katakan saja, seperti biasa nanti Yayu kirim mobil." "Ibu malu," bisiknya. "Aku juga malu, Kak." Ariyani menimpali. "Kenapa harus malu, Ibu itu neneknya Azzura dan Azzam. Ariyani juga tantenya anak-anak. Kalian bebas datang ke sini." Rahma mel

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN