Anjani terlonjak kaget tubuhnya gemetar ketakutan kala Narendra menutup paksa pintu rumah kontrakannya hingga menimbulkan getaran dan suara yang memekakkan telinga. Amarah membakar diri lelaki itu. Anjani masuk kamar lalu meringkuk di sudut tempat tidur. Kepalanya pusing. "Puas kamu?" sentak Narendra. Anjani menulikan telinga. Dia sudah dapat menduga Narendra akan meledak marah. Sudah bisa dia tebak sejak melihat jari-jari tangannya selalu mencengkeram roda kemudi hingga jari-jari tangannya memutih. "Jangan tidur!" hardik Narendra. Dia menjambak rambut Anjani yang menjuntai hingga perempuan itu memekik kesakitan. "Aw, sakit!" "Sakit katamu, rasakan ini," hajar Narendra. Dia melayangkan pulukan tepat di pipi Anjani. Perempuan itu hanya bisa terisak. Menikmati sakit yang mencumbu s

