44

1023 Kata

"Teh, Teteh," teriak Rahayu. Hening, biasanya Lilis sigap ketika Rahayu membutuhkan bantuannya. Rahayu meraba tempat tidurnya, kering. Perasaan lega dia rasakan. Sejak obrolannya dengan Lilis pagi itu dia selalu mengecek siapa tahu sudah ada tanda-tanda. Dia merasakan panas di pinggangnya. Kepala bayi juga rasanya menekan dengan kuat hingga menimbulkan sensasi ingin buang air kecil. "Teh," panggil Rahayu sekali lagi. Perempuan itu kesulitan untuk bangkit dari petiduran. Sejak memasuki bulan menjelang kelahiran dia selalu parno. Pernah membayangkan bagaimana jika dia tidak bisa melahirkan dengan selamat. Bagaimana jika anaknya ... Ah, sungguh kadang pikirannya begitu mengganggu. Seperti sekarang ini, bagaimana jika Lilis meninggalkannya sementara dia kesakitan dan sendirian di rumah

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN