42

1024 Kata

"Bu," hiba Narendra. Diketuknya pintu rumah yang tertutup. Dari dalam Rahma tergugu. Tidak tega, tetapi lelaki yang dia besarkan dengan penuh cinta itu harus diberi pelajaran. "Bagaimana caranya supaya Ibu ngasih kesempatan buat Rendra? Katakan, Bu." Rahma menguatkan hati. Ibu mana yang sanggup melihat anaknya memohon seperti itu. Dia hanya harus bertahan sebentar saja, maka Narendra akan berubah. Seperti doa yang selalu dia rapalkan di setiap malam panjang. "Bu, kasihan Abang." Ariyani mengelus lembut pundak ibunya. "Dia pantas menerima hal yang lebih buruk dari ini, Ni." Rahma masih belum bisa menerima perlakuan Narendra. "Bu." Ariyani kembali mengingatkan ibunya. Lalu gadis itu melangkah ke arah pintu, hendak membuka kunci. "Hentikan!" protes Rahma ketika Ariyani sudah menyentuh

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN