Chapter 16 ^^^ Malam kian larut dan Ruby masih terjaga, berdiri di tepi pagar balkon sambil menatap kejauhan. Samar-samar terdengar suara debur ombak. Seperti hatinya, yang seakan-akan dihembas gelombang besar yang menenggelamkan. Bagaimana bisa, Galaksi menghancurkan hidupnya dalam satu hari saja? Mimpi indah yang dibangunnya, runtuh dalam sekejap mata. Ruby tersentak ketika mendengar pintu kamar dibuka. Pada saat dia menoleh, tampak Galaksi mematung sesaat di ambang pintu sebelum berjalan menuju lemari untuk mengambil sesuatu. “Jika tidak bisa membuat seseorang bahagia, paling tidak jangan menghancurkan hidupnya,” ucap Ruby dengan nada dingin yang menusuk. Galaksi berhenti bergerak. “Semakin kamu banyak bertanya, kamu akan semakin tahu kebenarannya. Jadi, sebaiknya jangan bicara ter

