“Galaksi… dia … sudah pergi meninggalkan kita semua untuk selamanya,” ucap Ares dengan susah payah. “A-apa?” Langit seakan runtuh di atas kepalanya begitu Ares mengatakan hal itu. Ruby lantas melihat Galaksi dan meraih jemarinya yang dingin dan kaku. Air matanya bertumpahan ketika dia bicara, “Galaksi, bangunlah, jangan bercanda. Ini tidak lucu.” Ares tidak mengatakan apa pun. Dia biarkan Ruby menumpahkan emosinya akan kehilangan sosok orang yang dicintainya itu. Tidak mudah baginya untuk percaya begitu saja mengingat beberapa hari lalu, mereka masih bersama-sama. “Apa jadinya hidupku tanpamu? Tolong, kembalilah, aku akan melakukan apa pun asal kamu kembali.” Ruby menangis tersedu sambil memeluk tubuh Galaksi dengan erat. “Jangan tinggalkan aku, Galaksi. Aku tidak siap untuk ini….” Te

