Ch. 55

1512 Kata

"Apa?" Sidra langsung menyesali apa yang baru saja keluar dari mulutnya sedetik kemudian. Dia gagal menjaga ekspresi dan reaksinya setelah mendengar apa yang baru saja dikatakan oleh Ayahnya. Padahal saat ini bukan hanya ada mereka berdua saja, namun juga ada Axia dan juga Arderl yang tengah duduk di bangku yang berseberangan dengannya. "Maafkan sikap saya yang tidak sopan, Yang Mulia," ucapnya menyesal. Ayahnya itu hanya tersenyum kecil sebagai tanggapan. "Tidak apa. Ayah mengerti bahwa ini cukup mendadak sampai kau terkejut seperti itu. Namun ini merupakan permintaan dari pihak mempelai wanita agar pertunangan diadakan dalam minggu ini agar Putri Chastine bisa secepatnya mendapatkan pelajaran dan pelatihan sebagai Permaisuri Kekaisaran ini," kata Lauda. Sidra terdiam. Jelas ini sang

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN