Tidak ada yang berbeda di pagi itu. Sidra seperti biasa sedang bergelut dengan lembaran laporan yang menjadi tanggung jawabnya dan harus dia tangani. Namun semuanya terasa berbeda saat kemudian seruan dari luar ruang kerjanya menyebutkan tentang kedatangan Chastine. Ini adalah kali pertama gadis itu mengunjunginya lagi setelah pesta pertunangan mereka beberapa hari yang lalu. "Maafkan saya, Yang Mulia. Saya malah dengan lancang datang kemari padahal tahu bahwa Yang Mulia sedang bekerja," ucap gadis itu dengan kepala yang menunduk. Sidra lekas bangkit dari duduknya. Dia meninggalkan lembaran di atas mejanya dan berjalan ke arah sofa, mempersilahkan Chastine juga duduk di sana. "Tidak masalah, Putri. Lagipula tidak ada hal mendesak yang harus aku kerjakan," balas Sidra. Dia memasang seny

