Waktu pun terus berjalan begitu cepat malam itu sudah tepat pukul 2 dini hari. Namun Ila juga tidak bisa memejamkan matanya meskipun ia sudah memaksakan untuk tidur. Namun tetap saja pikirannya terlalu memikirkan ucapan Samudra yang belum bisa di tetima otaknya. Di mana lelaki itu bilang jika calon istri yang mamanya pilihkan untuknya semuanya berkelas. Hingga otak Ila pun terus membayangkannya sampai saat itu dan menyulitkannya untuk tidur. Ia pun terbangun karena merasa tenggorokannya kering, ia lalu akan mengambil minuman yang ada di laci samping ranjang nya. Tetapi ia melihat gelas air minumnya tengah kosong di sana. Ila pun segera beranjak dari tempat tidur, menurunkan kedua kakinya perlahan di sana dan keluar dari kamarnya. Ila berjalan menuju ke arah dapur, namun ketika ia berjalan

