Nampak Samudra saat itu tengah menatap lekat pada wajah calon istrinya di sana dan seakan lelaki itu tengah mengamati wajah cantik yang ada di depannya. Perlahan satu tangan lelaki itu terangkat lalu membelai salah satu sisi wajah Ila dengan sentuhan lembut yang membuat Ila samar-samar akan memejamkan matanya. "Sayang coba jawab aku! apa kamu mempunyai kembaran? atau mungkin... akh, sudahlah tidak perlu kamu bicarakan. Yang pasti sekarang kamu adalah calon istriku! benar tidak? kalau pun aku sentuh sedikit saja tidak apa-apa bukan?" tanya Samudra dengan bisikan lembut nya dan Ila pun segera membuka matanya di sana ketika mendengar lelaki itu mengatakan demikian. Ila baru sadar jika ia belum membicarakan atau memberitahu Samudra tentang kakaknya yang sudah tiada, tetapi hanya bisa memendam

