Mika membuka mata. Kamar yang ia tempati selama seminggu ini tampak terang. Biasanya hanya temaram karena Mika menyalakan lampu tidur. Pandangannya kemudian bergeser pada tangan yang melingkari pinggangnya. Mika kemudian membalikkan tubuh. Didepannya, Laki-laki yang sangat ia cintai sedang tertidur lelap. Kelebatan kejadian gila semalam muncul di benak Mika. Bagaimana dia dan Nic begitu panas karena dikuasai nafsu. Mereka berciuman, saling menyentuh, hingga bunyi ponsel Nic yang berdering berulang kali menghentikan aktifitas mereka. Mika melihat dan mendengar Nic mengumpat. Tampak jelas Nic ingin melempar ponselnya itu ke jauh-jauh. Namun matanya langsung melebar saat melihat nama yang muncul di layar ponselnya 'mama'. Nic bergegas mengangkat teleponnya. Mika tidak tahu apa yang di

