Nic sudah pulang ke Jakarta. Keadaannya jauh lebih baik dari sebelumnya, meski harus memakai kursi roda. Sepulang dari kantor, Mika selalu datang ke rumah Nic. Walaupun lelah seharian bekerja Mika tidak memperdulikan hal itu. Ketika datang ke rumah Nic, Mika tidak pernah bertemu dengan Nic secara langsung sebab kekasihnya itu sudah beristirahat. Mika tidak berani menganggu. Yang Mika lakukan adalah masuk kedalam kamar Nic dan melihatnya diam-diam. Setiap hari Mika selalu berharap hal yang sama. Nic segera sembuh dari amnesianya. Ibu Nic selalu berkata Mika harus bersabar. Wanita paruh baya itu juga yakin kalau putra semata wayangnya akan sembuh seperti sedia kala. Seperti pagi ini, weekend, Mika datang ke rumah Nic. Sesampainya di rumah besar keluarga Nic, Mika bertanya keberadaan

