Jessi masih termenung di tempatnya. Bayangan saat dia dan Jovan berciuman masih terbayang di kepalanya. Darahnya berdesir dan jantungnya berdebar mengingat kejadian itu. Tangannya terulur menyentuh bibirnya, rasanya bibir yang basah dan dingin itu masih menempel di bibirnya. “Khem ... masih bayangin kejadian tadi ya,” goda Rara menyadarkan lamunan Jessica. “Apa sih. Ngga, kok,” jawabnya yang langsung mengambil ponselnya. “Ayo, jujur saja deh.” Rara tersenyum menggoda Jessica. “Bahkan saat kak Mira berkata cut, kalian tidak berhenti dan terus berciuman dengan penus hasrat,” kekehnya. “Apa sih? Ngga begitu kok, gue cuma lagi lihat media sosial,” jawab Jessica yang terlihat salah tingkah. “Jujur saja deh,” kekeh Rara. “Beneran ngga,” jawab Jessica dengan malas. “Itu tadi ciuman pertam

