Jessica sedang mengupas buah di meja makan. syukurlah hari ini syuting selesai lebih cepat dari biasanya. Dia mendengar suara derap langkah seseorang menuruni undakan tangga. Sosok itu adalah Jovan yang sudah berpakaian rapi. Dia berjalan dengan memainkan kunci mobilnya. Jessi hanya bisa melihat punggung Jovan yang sudah keluar dari rumah tanpa menyapa Jessica. Tidak heran sih, pernikahan ini bukan pernikahan yang diinginkan mereka. Semua ini hanya kesepakatan dan sandiwara semata. Saat panggung sandiwara selesai, maka semua akan kembali ke tempat semula, dan menjadi sangat asing. “Bi,” “Iya, Non.” “Nanti minta tolong simpenin kompor listri yang kecil di atas, ya.” “Baik, Non. Saya akan simpenkan di dekat pintu kamar Non Jessi, saja?” “Iya, Bi. Makasih ya, Bi.” “Iya, Non.” *** Jo

