Jessica terbangun dari tidurnya. Pemandangan pertama yang dia lihat, bukan lagi sosok Jovan, melainkan pria lain yang dia kenali. “Kak Dion?” Mendengar suara Jessica, Dion mengalihkan perhatiannya dari layar ponsel pada Jessica. “Kamu sudah siuman, Cha? Biar Kakak panggilkan Dokter,” ucap Dion beranjak dari duduknya. Jessica merasa kepalanya sangat berat. Terdengar suara langkah kaki beberapa orang. Dokter datang bersama perawat dan melakukan pemeriksaan pada Jessica. “Bagaimana keadaannya, Dok?” tanya Dion. “Sudah lebih baik. Suhu tubuhnya sudah mulai normal, menunggu hasil lab, kalau tidak ada bakteri atau virus apa pun, pasien sudah boleh pulang,” jelas Dokter. “Terima kasih banyak, Dok.” Dokter dan dua orang suster meninggalkan ruangan Jessica. “Kakak, bagaimana kamu ada di

