Gantian

1704 Kata

“Kris… Krisna…”  “Apa sayang.” Tangan Krisna membelai lembut rambutku. “Ini enggak boleh…” Aku berusaha menolak Krisna, walau hatiku sebenarnya menginginkannya juga. “Kenapa? Kita kan sudah menikah.” Tangan Krisna tidak berhenti membelai diriku, membuat aku merasa kegelian. Tangannya juga membelai lembut bibirku. Bahkan, bibir Krisna pun sedikit terbuka, seolah ingin menyambut bibir di sana. Pelan tetapi pasti, Krisna menarik wajahku mendekati dirinya. Aku ingin menolaknya, namun aku juga menginginkannya. Mata Krisna yang indah, hidungnya yang mancung dan bibirnya yang seksi, paduan sangat indah yang membuat aku sulit untuk menolaknya. Namun, di sisiku yang lain terus berkata, ini tidak benar, aku dan Krisna belum menikah, ini tidak boleh terjadi. Tetapi, ada godaan dari sisi yang lain

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN