Tina hilang

1905 Kata

Krisna berjalan mendahuluiku. Berjalan tanpa berbicara apa pun. Krisna seperti menyembunyikan sesuatu dariku. “Mas, ada apa?” aku mencoba memulai untuk bertanya. Namun, Krisna tetap berjalan dalam diamnya. “Mas,” kataku sambil berjalan mendahului dia. “Ada apa? Kok dari tadi mas aneh!” kataku sambil mencegat jalannya. Dia memperhatikan diriku dari ujung rambut sampai ujung kaki. Setelah itu dia membuang napas dengan berat. “Kenapa, Mas? Aku minta maaf ya kalau salah,” kataku. Aku merasa bersalah karena aku tidak bisa menjawab pertanyaan yang sama dengan jawaban Krisna. Aku tidak menginginkan hubungan Tina dengan Krisna hancur karena aku. “Hah…” “Kamu enggak salah kok, cuma mas aja yang lagi menenangkan diri,” kata Krisna. “Tapi…” “Udah enggak usah dipikirkan. Paling juga besok m

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN