Ayah Surya menyambut kami dengan senang hati. Yuda berpesan agar tidak menceritakan kejadian kemarin padanya. Aku setuju. Khawatir akan membebani pikiran beliau nanti. "Salma, kamu tidur di kamar atas saja. Tepatnya di sebelah kamarku. Jika ada apa-apa kamu bisa langsung menemuiku." "Baiklah!" "Sebentar lagi ada babysitter baru untuk Raihan. Aku sudah cek, aman." Aku mengangguk. Tak kusangka Mas Yuda sudah mempersiapkan semuanya. "Selamat siang Tuan Yuda!" Tiba-tiba seorang wanita cantik berpakaian kantoran masuk ke ruang tengah ini. Sepertinya wanita ini sudah terbiasa di sini. "Oh, ya. Salma, kenalkan ini Silvi, sekretarisku!" "Saya Silvi, Bu." Aku menerima uluran tangan wanita bernama Silvi itu. Aku agak terganggu dengan roknya yang sangat pendek serta kancing atasnya

