Bab 31. Pengantin Baru

1173 Kata

Aku terjaga tepat saat azan subuh berkumandang. Sepertinya kami belum lama tertidur. Perlahan berusaha melepaskan diri dari pelukan Mas Yuda. Suamiku ini nampak sangat lelah. Betapa perkasanya dia semalam. Entah berapa kali kami melakukannya. "Maas, subuh dulu, yuk!" bisikku. Perlahan matanya terbuka. "Mau ke mana?" "Mandi. Sudah subuh, Mas." "Tapi aku masih mau sama kamuu ....," Astaga! Suamiku merengek persis anak balita. Aku terkikik geli. "Iyaaa. Tapi kita mandi dulu, trus salat, ya!" "Janji, ya!" Aku mengangguk. Malu. Beruntung aku sudah menyiapkan stok ASI yang lumayan banyak untuk Raihan. Sepertinya hari ini anak itu harus mengalah dulu dari Ayahnya. Ada-ada saja suamiku ini. Gegas aku masuk ke kamar mandi dan membersihkan diri. Aku tersentak, ternyata Mas Yu

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN