Aduh, kenapa Fajar jadi mempertanyakan masalah jabatan? Padahal Lita tidak menyinggung masalah Jabatan sejak tadi. Aneh sekali dia. “Lo butuh jabatan sekretaris OSIS biar tenar kayak dia?” tanya Fajar sekali lagi. Lita langsung membelalakkan matanya. Sepertinya dia hendak memukul Fajar. Kalau Loli tidak menahan, mungkin Fajar akan tertampar oleh tangan Lita yang kurus dan tipis. “Kurang ajar! Gue nggak butuh jabatan itu, tahu?! Jabatan dia itu nggak penting-penting banget, nggak susah-susah banget, nggak beken! Gue juga bisa kalau hanya catat-mencatat. Lo lihat dia sekarang! Culun karena jabatannya di OSIS! Ngapain gue butuh jabatan dia yang nggak berguna itu!” tukas Lita dengan sombongnya. Itu terdengar keterlaluan banget. Tidak seharusnya Lita menghina jabatan Vina sekeji itu. Dia t

