21. Misi Kedua

1111 Kata
Setelah selesai makan malam bersama Jane, tak lupa Nico mengantarnya pulang. Tanpa mereka ketahui, malam itu adalah malam terakhir pertemuan mereka. Karena Thomas sudah menyiapkan misi kedua yang harus Nico jalani. Nico baru saja masuk ke dalam mobil yang dia parkir di depan rumah susun itu. Sebelum Nico menyalakan mesin mobilnya, salah satu ponselnya berdering. Tanda panggilan dari Thomas. Dengan segera, Nico mengangkat telepon itu. “Halo, Pak!” Nico merasa berdebar karena menunggu informasi dari Thomas. “Halo, Nick! Bagaimana waktu liburanmu? Apa Kau sangat menikmatinya?” Thomas seolah mengetahui ke mana Nico malam ini. “Oh ... aku hanya sedikit bersenang-senang, Pak.” Nico memejamkan matanya karena ternyata Thomas mengetahui ke mana dia pergi malam ini. Karena microchips yang ditanam di belakang lehernya, untuk melacak ke mana pun Nico pergi. Tujuannya agar pemerintah tetap mengetahui keberadaan Nico yang masih berstatus tahanan selama menunggu persidangan. “Tidak masalah, Nick! Aku memaklumi bagaimana jenuhnya kau berada dalam tekanan belakangan ini ... aku rasa apa yang kau lakukan ada benarnya, sebelum aku memerintahkan Kau untuk menjalankan misi berikutnya.” Thomas hendak mengabarkan informasi penting pada Nico. “Ma—maksud, Anda?” Nico merasa bingung, walau dirinya mengetahui maksud arah pembicaraan Thomas adalah untuk memberikan arahan tentang misi selanjutnya. “Malam ini bersiaplah! Simpan semua perlengkapanmu dalam koper yang sudah aku siapkan itu. Tunggu penjemputan tim kami!” Thomas memberi aba-aba pada Nico. “Aku akan di bawa ke mana?” Nico mencoba menebak-nebak kalau dirinya akan dibawa pergi ke suatu tempat. “Misi kedua yang harus Kau jalani adalah membebaskan tahanan bernama Arion, dari dalam penjara Armage! Kau tahu, kan? Pulau kecil di seberang rumah sewaanmu itu. Pulau itu berjarak lima mil dari daratan kota Namos. Di pulau itu hanya terdapat satu bangunan bernama penjara Armage. Pihak kepolisian mengantar para tahanan melalui pelabuhan yang berjarak dua blok dari rumah sewaanmu saat ini.” Thomas berusaha menjelaskan pada Nico, karena Nico harus mengetahui bahwa misi yang akan dia jalani amat berbahaya. “Astaga! Penjara itu? Bukannya berisi penjahat kelas kakap?” Nico menanyakan hal itu kepada Thomas. “Benar sekali, penjara yang tidak biasa! Pelaku kejahatan berat, gembong narkotika, gembong Mafia, koruptor, dan pelaku teror terhadap keamanan negeri, pasti dimasukkan ke dalam sana. Penjagaannya sangat ketat dan tidak ada celah untuk bebas dari sana! Namun kami sangat yakin, Kau pasti bisa membebaskan Arion dari sana! Dengan taktik kecerdasanmu!” Thomas memberikan motivasi pada Nico. “Lalu siapa Arion? Maaf, Pak! Kalau aku kembali bertanya.” Nico mendengarkan penjelasan Thomas dengan saksama. “Arion diduga calon pewaris takhta Mafia Bonzoi, Kau harus dapat menemukannya di dalam Armage! Harus dapat mengeluarkan dia dari sana! Buat dia percaya kalau Kau berada dipihaknya! Aku percaya Kau memiliki kemampuan di atas rata-rata! Carilah celah kabur dari penjara Armage, buat sealami mungkin. Aku bertugas mengkoordinasi semua situasi dengan kepala penjara Armage. Jadi Kau tenang saja! Yang jelas mereka tidak akan membantumu, mereka hanya mengawasimu! Ketika Kau melarikan diri bersama Arion pun, mereka akan mengejarmu seperti penjahat sungguhan, mungkin mereka akan memberondong kalian dengan timah panas, tapi tenang saja, mereka tidak akan mengarahkan tembakan ke arah kalian! Hanya suara letusan! Lebih cepat kau mengerjakannya itu akan sangat lebih baik!” Thomas kembali memerintah Nico. “Lalu setelah aku berhasil kabur dari sana ...?” “Dilanjutkan misi ke tiga! Mengakulah kalau Kau tangan kanan Hansen! Lalu bilang saja tidak memiliki tempat tinggal. Buatlah seolah memang kau datang karena perintah dari Handen! Dengan begitu aku yakin Kau akan diajak ke markas Bonzoi! Cari dan temukan markas pemberontak itu! Aku yakin kau akan menemukan siapa pembunuh Profesor Nazer,” jelas Thomas dengan nada yang sangat menggebu-gebu karena sangat emosional pada pemberontak Bonzoi. “Ap—apa? Kalau begitu, akan aku lakukan! Jam berapa aku akan dijemput?” Nico siap untuk menjalankan misi kedua dan ketiga yang sangat berbahaya. “Dini hari nanti akan ada anggota EIA yang menjemput di bawah pengawasan David! Apa Kau siap? Sudah tidak ada waktu lagi, Nick! Kau harus mengumpulkan bukti itu! Aku yakin di sarang mereka, Kau akan menemukan itu!” jelas Thomas pada Nico. “Aku siap, Pak!” Nico menjawab dengan mantap. “Ingat! Jalankan misi ini sealami mungkin!” Thomas kembali mengingatkan. “Siap, Pak!” Nico menjawab dengan yakin. Setelah Thomas selesai memberikan informasi pada Nico, ia menutup teleponnya. Tanpa menunggu lama, Nico langsung menancapkan gas menuju rumah sewaannya. Dia berharap semua tidak akan terlambat. Nico langsung menjalankan aksinya untuk mengatur semuanya. Nico berniat menitipkan ponsel pemberian Alex di rumah Tuan Niel. Lalu dia memasukkan semua perlengkapan yang Thomas berikan ke dalam koper kecil yang diberikan Thomas sejak awal. Sebelum Nico menitipkan ponselnya, ia menghubungi Alex di depan rumah tuan Niel. Dia menceritakan singkat. Namun tetap Alex mengerti bagaimana keadaan sahabatnya. Alex sudah bersiap akan membantu Nico setelah dia benar-benar keluar dari penjara Armage. Bukan keluar lebih tepatnya kabur secara diam-diam. Alex sangat mengerti bagaimana posisi Nico. Dia berharap kalau Nico akan baik-baik saja. Tidak ada hukuman kalau Nico gagal membebaskan Arion. Hanya saja, Nico harus menyerah dan kembali pada keadaan tanpa bukti autentik yang dapat meringankan atau memperkuat alibinya dalam persidangan. Jika Nico tidak bisa membawa Arion pergi dari penjara Armage, maka selamanya Nico tidak akan mengetahui siapa dalang pembunuhan terhadap Profesor Nazer. *** Nico sedang termenung menunggu anggota EIA yang akan menjemputnya. Sebelumnya Nico sudah mempersiapkan rencana. Saat ini hanya Alex dan Tuan Niel yang bisa dipercaya oleh Nico. Setelah mengetahui seluk-beluk Hansen dari Jane, Nico seakan memperoleh gambaran dan tetap harus mencari benang merahnya. Sehingga Nico mau untuk menjalankan misi membebaskan Arion dari penjara Armage dan mengaku sebagai tangan kanan Hansen, agar Arion membawa Nico ke markas pemberontak yang mengatas namakan Mafia Bonzoi. ‘Aku harus menemukan jawaban itu! Apakah inisial B dalam tato burung hantu itu berarti Bonzoi? Jika iya? Apa motif mereka membunuh Profesor Nazer? Lalu mengapa Thomas tidak menceritakan padaku mengenai informasi lebih lanjut mengenai Hansen? Apa benar antara Hansen dan Arion memiliki hubungan? Apa hubungan mereka? Rupanya aku sudah mendapat sedikit gambaran, mengapa mereka memilihku untuk menjalankan misi ini? Tampaknya pemerintah Vromme memilih pemuda yang tidak pernah muncul ke publik saat pemberontak Mafia Bonzoi membuat onar dan teror yang akhirnya ramai diberitakan, sedangkan saat itu aku sedang terbaring koma! Arion tidak akan mencurigai aku sebagai antek dari EIA. Dia yang memilihku menjalankan misi sangat mengetahui seluk-beluk kasus yang sedang menimpaku, karena seseorang yang sedang terpojok, tidak akan menolak tawaran yang bisa membuatnya keluar dari permasalahan ... Astaga! Ternyata keputusan yang aku ambil sangat memiliki risiko tinggi, huft! Aku harus bisa melewati ini!’ ujar Nico dalam lamunannya. Apakah yang akan terjadi? Bagaimana strategi Nico untuk membebaskan Arion? Mampukah dia melarikan diri dari penjara Armage bersama Arion?
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN