Nico masih mencoba berpikir jernih untuk mencari benang merah dari semua kejadian yang dialaminya selama penyelidikan ini. Mereka kembali melangkah menuju rumah tamu yang menjadi tempat tinggal Nico selama di markas mafia Bonzoi. Mereka berjalan beriringan sembari menikmati udara berkabut karena waktu sudah semakin siang bahkan menjelang sore. Akhirnya mereka sampai di rumah tamu itu. Arion dan Nico duduk di ruang tamu, saling berhadapan sembari melanjutkan obrolan mereka. “Lalu ... dari mana dana yang kalian dapatkan untuk membuat semua ini?” Nico masih penasaran. Ia menatap Arion yang juga sedang menatapnya. “Kau tahu, Nick? Betapa korupnya negeri kita? Kami meretas semua rekening pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab. Rekening yang kita retas adalah rekening yang berisi uang korup

