BAB 78

1008 Kata

Reza melepaskan pegangannya dari lengan Rain setelah berjalan lima langkah ke depan. Dari belakang Devan nampak ngos-ngosan mengejar mereka. Sempat hening beberapa saat, sampai akhirnya Devan tertawa melihat Rain dan Reza yang terlihat canggung padahal tadi bertingkah seperti sepasang kekasih sedang dilanda kasmaran. "Gila, gua serasa nonton sinetron tadi, mungkin kalau dikasih judul, Cinta Manusia Kutub Utara kali, ya. Haha. Sama-sama gengsian, sama-sama enggak ...." Belum sempat Devan menyelesaikan ucapannya, Reza sudah lebih dulu membungkam mulut anak itu dengan satu roti pisang yang ia beli di kantin. Untung saja roti pisang, bukan kaus kaki. Setidaknya Reza sedang baik kali ini. "Kan gua udah bilang, jangan dekat-dekat dia, lu cari masalah kalau dekat-dekat sama dia. Dia itu ...."

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN