Ambisi

294 Kata

Kemudian di sinilah aku. Tempat di mana dulu kebebasanku direnggut, tempat di mana dulu aku tak boleh berpendapat dan harus menuruti semua perintah dan kehendak. Kehendak orangtuaku tentunya. Aku tidak menyangka jika akhirnya akan kembali dibawa paksa seperti ini. Tak menyangkan jika setelah bertahun-tahun kepergianku mereka ternyata masih mencariku. Untuk apa? Astaga, aku baru saja pura-pura bodoh dengan mengatakan untuk apa? Jelas saja untuk sebuah misi yang dulu mungkin belum terlaksana. Keluarga macam apa yang selalu menyusahkan anaknya demi sebuah ambisi? Dan sialnya aku baru sadar ternyata kedua orangtuaku memang demikian, itu mengapa aku memilih kabur dan memilih hidup biasa saja di tempat yang tak banyak orang ketahui. Aku sempat berpikir mereka tidak akan berhasil menemukan

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN