Takdir Kehilangan

1024 Kata

Untuk pertama kalinya setelah sekian tahun berlalu, kini aku merasakan dekapan hangat seorang ibu. Perempuan itu terus menangis dan aku merasakan kepiluan di sini. Apa yang sebenarnya terjadi? Mungkin banyak hal yang tidak aku ketahui, salah satunya adalah meninggalnya Ayah. "Bu, di mana makam Ayah?" lirihku. "Apa kau benar ingin mengunjungi makam Ayah atau berniat pergi lagi?" Intonasi suara ibu terdengar pelan. "Aku hanya ingin meminta maaf karena di akhir hidup Ayah justeru aku tak ada di sisinya." "Mungkin kebencianmu terhadap kami sangat besar, Nak. Akan tetapi percayalah Ki ingin yang terbaik untukmu." "Perihal pernikahan dengan Esther? Apa itu yang menurut Ayah dan Ibu yang terbaik? Apa yang menurut kalian baik untukku justeru belum tentu baik." "Keluarga ini sudah berhuta

Cerita bagus bermula dari sini

Unduh dengan memindai kode QR untuk membaca banyak cerita gratis dan buku yang diperbarui setiap hari

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN