Jasson memakai celemek yang barusaja diberikan Nana untuknya, sekarang dia dan Tiara berada didapur. Tangan yang terbiasa menandatangani berlembar-lembar dokumen ternyata tangannya itu tak kalah jago dalam hal memasak. "Biarkan aku membantumu.." seru Tiara yang sudah mengambil pisau dari tempatnya. "Tidak usah, lebih baik kau duduk saja aku tidak ingin kau terluka." "Hanya memotong sayuran saja tidak mungkin akan terluka, kan?" barusaja Tiara mulai memotong sayuran, "Aw.." serunya merintih kesakitan. "Tiara? Apa yang kau lakukan bukankah aku sudah mengatakannya untuk tidak ikut membantu.." Jasson yang khawatirpun segera meraih tangan Tiara yang dia kira terluka, "Apa ini? Kau sengaja ya.." "Pfft.. haha maafkan aku sayang, tolong maafkan aku.." Jasson yang sadar sudah dibohongi namun

