Ellen menangis dengan tangan yang memeluk tubuhnya sendiri. Cala sudah berusaha menghibur Ellen. Tapi, usahanya sia sia. Dia tau rasanya Ellen pasti sangat syok dan takut. Dan Cala memahami hal itu. Saat ini mereka berdua berada di ruang UKS sekolah. Cala duduk di sebelah Ellen sambil sesekali mengusap puncak kepala Ellen. "Semuanya baik baik aja, El. Kelvin dan guru BK udah urus mereka semua." "Ellen takut," gumam Ellen untuk sekian kalinya. "Sekarang lo aman. Kak Elvan udah on the way ke sini. Lo jangan nangis lagi. Lo yang tenang ya.." Ellen mulai menghentikan tangisannya. Tangannya ter ulur untuk menghapus air matanya sendiri. Menyakitkan. Mengingat ucapan Angga, cowok asing itu tadi tentang Kelvin membuat hatinya sakit. Sekarang pertanyaannya adalah, apa benar Kelvin seperti itu

