Jam menunjukan pukul delapan lebih lima belas menit. Ellen setia duduk di samping brankar Rumah Sakit tempat Kelvin berbaring. Setelah mendapatkan penanganan dari Dokter untuk mengobati luka luka memar di wajahnya. Kelvin mendapatkan suntikan obat tidur agar pria itu beristirahat. Ellen menggenggam jemari Kelvin yang sangat besar di tangan mungilnya. Saat ini, mereka masih berada di UGD Rumah Sakit Mulia Hati. Ellen dengan setia menunggu Kelvin. Menunggu Kelvin sadar dan membuka matanya. Berulang kali Ellen menatap wajah tampan yang di hiasi luka memar itu. Rasanya sangat menyakitkan. Bahkan, Ellen seperti merasakan sakit di sekujur wajahnya saat melihat seluruh luka itu. Apalagi bekas membiru yang menghiasi d**a Kelvin. Belas tendangan dari Kakaknya yang menyisakan memar di se

