Harusnya aku yang tau diri, Kamu tidak akan pernah menoleh ke arahku. Iya, tempatku hanya di belakangmu. Sedangkan banyak di antara mereka yang berada di depanmu. Aku tidak berharap banyak, aku hanya ingin kamu menungguku.. Agar langkahku sejajar dengamu. Kelvin berjalan menyusuri lorong Sekolahan untuk menuju ke halaman belakang. Matanya menyorot tajam menatap apapun yang berada di depannya. Kakinya melangkah lebar dengan rahang mengeras dan tangan mengepal. Setelah sampai di taman belakang sekolah, Kelvin mencari seseorang yang menunggunya di sana. Langkah Kelvin semakin cepat saat cowok yang berdiri di sana memutar tubuhnya menghadap ke arah Kelvin dengan senyum miring di wajahnya. "Akhirnya lo dateng juga," kata seorang pria dengan sebatang rokok di sela jari tangannya. "Giman

