"Disaat mereka semakin membencimu.. Aku akan semakin mencintaimu.." Ellen bangun dari tidurnya dengan napas terengah. Jantungnya berdegub kencang membayangkan kembali mimpi buruk yang baru saja ia alami. Ellen memegang kepalanya sendiri dengan dua tangannya, mata memejam. Pikirannya memutar kenangan enam tahun silam yang sangat sulit ia lupakan. Beriringan dengan itu. Elvan masuk kedalam kamar adik perempuannya, berniat membangunkan Ellen di Minggu pagi yang cerah ini. "Dek.."panggil Elvan namun sedikit terkejut melihat Ellen yang memegang kepalanya sendiri. "Kamu kenapa, Ell?" Tanya Elvan yang bergegas menghampiri Ellen. Ellen membuka matanya melihat ke arah Elvan. Kemudian merentangkan tangannya memeluk kakak pertamanya karna merasa ketakutan. "Kakak..Ellen habis mimpi buruk," k

