Darrel mengembangkan senyumnya menutup panggilan dari sang istri. Baru beberapa jam sejak ia berangkat ke kantornya, sang istri sudah menghubunginya dan memintanya untuk pulang makan siang bersama. Sungguh menggemaskan. Diletakkannya telepon genggamnya di atas meja, dan pria itu kembali dengan wajah dingin datarnya, menatap wanita yang tengah duduk manis di hadapannya dengan segelas jus yang tengah ia sesap. Wanita itu tersenyum sinis, mendengar perbincangan mesra suami istri di telepon tadi, membuat perutnya seketika mual. "Saya tidak ingin bertemu kamu lagi. Saya harap ini pertemuan kita yang terakhir." Wanita itu menajamkan tatapannya pada Darrel, sorot matanya seolah menolak ucapan pria itu. "Tidak Darrel. Saya tidak mau." bentaknya. "El!!" Darrel menghardik. "Jangan buat saya

