Sudah hampir dua jam lamanya Darrel terdiam di sudut sofa kamar bersama kedua putra nya yang tengah tertidur lelap setelah pembicaraannya dengan Naomi tadi. Waktu sudah menunjukkan pukul setengah satu pagi, namun Naomi tetap tak kembali ke kamar mereka dan memilih untuk tidur di kamar lain di mansion ini. Darrel masih terdiam, mengingat kembali reaksi Naomi yang ia sendiri sulit mengartikannya. Naomi melepaskan genggaman tangannya begitu ia mengatakan apa yang terjadi di hari dimana dirinya tak bisa pulang ke Indonesia. Wanita itu bangkit dari posisi duduknya kemudian menatap sesaat ke manik mata sang suami sebelum dirinya beranjak meninggalkan kamar tanpa sepatah katapun yang keluar dari mulutnya. Bahkan tatapan mata Naomi pun tak bisa Darrel mengerti artinya. Apa wanita itu marah,

