Darrel dan juga Naomi tengah duduk di bangku taman belakang ruang rawat inap Julian. Mereka ngobrol berdua meninggalkan kedua putra mereka yang tengah terlelap setelah makan siang tadi. "Aku yang hamil tapi mereka justru menuruni semua yang kau milikki kak , tanpa menyisakan apapun dari ku. Rupa yang menawan, sikap narsis, serta dingin, semua dari mu." gumam Naomi sembari tersenyum sendiri. "Saya narsis?" Darrel menoleh ke arah Naomi yang sedang tersenyum sendiri, terlihat bahwa wanita itu begitu bahagia sekarang. "Iya, persis Julian dan Jonathan tadi." Naomi terkekeh, tak mempedulikan ekspresi Darrel yang mengerucutkan bibirnya. "Ada yang menurun dari mu." "Apa?" Naomi menoleh ke arah Darrel, pandangan mereka bertemu. Naomi terdiam menunggu jawaban Darrel, namun debaran jantungnya

